Penyuluh Aceh dan Papua Menangis Haru Memeluk dan Bermohon Mentan Melanjutkan Menjadi Menteri

By Abdi Satria


nusakini.com-Makassar-Pada pertemuan Apresiasi, Penguatan Penyuluh dan Petani Andalan digelar di GOR Sudiang, Makassar, Rabu (10/4), dua penyuluh pertanian dari Papua, Martias Mukah dan penyuluh dari Aceh, Nurlisma menangis haru, memeluk dan sampai bermohon agar Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman tetap menjadi menteri untuk 5 tahun ke depan.

Pasalnya, saat menyampaikan sambutan dan dialog bersama 12 ribu penyuluh dan petani se Indonesia pada pertemuan tersebut, Menteri Amran memanggil kedua penyuluh tersebut. Tak main-main, Amran memberikan apresiasi dengan memberangkatkan kedua penyuluh asal Papua dan Aceh tersebut ke Thailand.

"Kami memberikan penghargaan ini kepada para penyuluh-penyuluh hebat se Indonesia. Mereka pahlawan pangan. Karena merekalah, sektor pertanian dalam kurun 4,5 tahun di Pemerintahan Jokowi-JK sektor pertanian meningkat signifikan," kata Amran.

Amran menjelaskan, kedua penyuluh itu akan diberangkatkan ke Thailand untuk melakukan studi banding sembari mempelajari teknologi di negara itu untuk disebarluaskan di Indonesia.

Mereka yang diberangkatkan ke Thailand itu adalah Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh, Nurlisma dan Penyuluh Pertanian asal Kabupaten Timika, Matias Nikah.

Saat dimintai keterangan usai pertemuan apresiasi ini, Nurlisma, penyuluh dari Aceh masih tak bisa menahan rasa harunya bertatap muka langsung dan diberikan hadiah oleh Mentan Amran yakni diberangkatkan ke Thailand. Walaupun merupakan penyuluh yang sudah tua, Mentan Amran tetap memberikan kesempatan untuk belajar.

"Alhamdulillah kami selaku penyuluh dan sebagai perwakilan Indonesia, sangat berterimakasih kepada Pak Mentan Amran. Kita harapkan Pak Amran itu bisa jadi menteri lagi atau 5 tahun kedepan bisa jadi presiden," ucapnya.

"Dengan pak menteri kasih hadiah belajar ke Thailand mungkin kita bisa belajar dan meniru bagaimana mengembangkan pertanian disana dan mengetahui teknologi budidaya yang di terapkan di Thailand," tambahnya.

Nurlisma menilai Menteri Amran merupakan sosok menteri yang sangat gigih memperjuangkan nasib petani, seperti memperjuangan petani untuk mendapatkan pupuk yang bermutu dan benih bersertifikat. Eksistensi penyuluh pun sangat diprioritaskan untuk memujudkan kedaulatan pangan dan agar kesejahtraan petani membaik.

"Jadi kami penyuluh saat ini tidak lagi seperti anak ayam kehilangan induk atau ada di persimpangan jalan. Tugas dan fungsi penyuluh baik di tingkat kabupaten sampai provinsi difasilitasi untuk kegiatannya," ungkapnya.

"Alhamdulillah untuk kegiatan pelatihan petani juga sudah bagus. Pelatihan di lapangan dan di ruangan atau istilahnya pelatihan tematik," pintanya.

Sementara itu, Matias Mukah mengaku tak menyangka diberangkatkan Mentan Amran ke Thailand untuk belajar pertanian di negara maju. Karenanya, ia sangat berterima kasih, karena selama 15 tahun menjadi penyuluh pertanian akhirnya diberikan kesempatan untuk berkunjung ke Negeri Gajah.

"Kami sangat  berterima kasih mendapat kesempatan untuk melakukan studi banding ke Thailand setelah menjadi penyuluh selama 15 tahun," ujarnya.

"Ini terjadi hanya di pemerintah Jokowi-JK, kami ingin pak Amran tetap jadi Menteri," tandas Matias.(p/eg)